Anjuran Cara Menyusui Bayi

Sebelum saat mulai menyusui pertamakali
Sepanjang masa kehamilan, baiknya anda mendiskusikan ketentuan buat menyusui dengan dokter anda, yang berkewajiban buat mendukung ketentuan tersebut membantu menciptakan keadaan yang kondusif buat mulai menyusui. Pada waktu melahirkan, dokter dan staf rumah sakit baiknya menolong anda dengan:
  1. Tidak memakai obat-obatan pada waktu melahirkan, atau memakai obat-obatan cuma seminimal barangkali. Obat penghilang rasa sakit bisa mempengaruhi refleks hisap bayi. Berikan peluang anda buat menyusui sesegera barangkali sesudah melahirkan, jikalau butuh pada waktu anda masih di ranjang melahirkan seandainya melahirkan dengan normal. Kenapa ? Karena refleks hisapan bayi yang sangat kuat terjadi sampai setengah jam sesudah melahirkan.
  2. Menyusui sesering dan sepanjang yang bayi kehendaki ( demand feeding ). Ada sekamar dengan bayi di rumah sakit ( rooming-in ) akan menolong mempermudah perihal ini. Dengan demand feeding, ASI akan keluar lebih cepat, dan kemungkinan buat mengalami payudara bengkak.
  3. Berikan bayi cuma ASI. Bayi anda tak perlu air tambahan atau susu formula, sepanjang anda ikuti prinsip demand feeding, dan sepanjang bayi anda didalam keadaan sehat. Pemberian minuman tambahan ( formula, air glukosa, dsb ) cuma akan kurangi nafsu minum si bayi, hingga payudara anda tidak cukup terangsang buat mengeluarkan ASI, dan dapat berakibat berkurangnya suplai. Jika ada justifikasi medis dari dokter buat pemberian minuman tambahan ( contoh : bayi yang beratnya kurang umumnya kandungan gula darahnya rendah hingga butuh glukosa. atau bayi yang amat kuning jaundice cenderung sangat mengantuk buat menghisap payudara hingga butuh suplai cairan tambahan ).
  4. Tak hanya kurangi nafsu minum si bayi, botol juga menyebabkan bayi menjadi bingung terhadap puting. Kenapa ? Karena aliran cairan di puting botol tambah lebih deras dibanding dengan aliran cairan di payudara, hingga proses menghisap botol jadi tambah lebih gampang buat bayi di banding menghisap payudara. Bayi yang telah kena botol di usia yang sangat dini bisa-bisa menolak payudara. ( catatan : dari buku What to expect the first year, idealnya botol diberikan pada usia 3-5 minggu, waktu bayi telah punya kebiasaan dengan payudara ). Tak hanya itu, pemberian empeng sangat dini juga dapat merubah kekuatan hisap bayi. Baiknya patuhi tangisan bayi jadi indikator pemberian asi, supaya suplai asi anda terus bertahan dengan baik.
Komunikasikanlah perihal diatas dengan dokter dan staf tempat tinggal sakit anda.

Step-by-step menyusui
Persiapan
1. Bersihkan tangan anda buat menghilangkan kuman. Bila akan anda juga bisa membersihkan puting anda dengan air.
2. Carilah posisi yang enak buat duduk atau berbaring. Bila posisi duduk anda enak, anda akan jadi rileks dan “turunnya” asi ( letdown reflex ) lebih gampang terjadi. Tersebut disini posisi yang mungkin anda dapat coba :
  • Duduk dengan sandaran yang enak buat punggung, umpamanya dengan banyak bantal, supaya tidak sakit punggung. Dengan posisi ini, baiknya kaki anda ada didalam posisi yang agak tinggi, umpamanya dengan menyimpan dingklik jadi alas kaki di kursi. Dengan ini, paha anda bertindak jadi penyangga bayi didalam posisi yang pas hingga bayi tak perlu menarik-narik puting anda.
  • Duduk dengan banyak bantal di area tidur.
  • Duduk di kursi goyang.
  • Berbaring di sisi badan anda di area tidur ( bukan hanya posisi rebah ), dengan tangan menyangga kepala anda, sedang bayi didalam posisi tidur menghadap anda. Posisi ini nyaman buat menyusui di malam hari, atau buat ibu-ibu yang melakukan operasi sesar.
3. Rilekslah. Jikalau butuh kerjakan pernafasan relaksasi, mendengarkan musik, membaca, dsb. Seandainya anda sangat tegang, refleks turunnya susu dapat terhalangi.

Step-by-step ambil posisi menyusui dan perlekatan
  1. Kepala bayi anda ditempatkan pada lekukan didalam siku tangan anda. Sesudah itu, seluruh badan bayi menghadap dada anda, tidak cuma kepalanya saja. ( Waktu pertamakali mungkin anda akan butuh pertolongan orang/suster buat letakkan bayi anda didalam posisi ini, namun lama kelamaan anda dapat mengerjakannya sendiri. Prinsipnya, kepala bayi kudu tersokong dengan baik ).
  2. Ambil payudara dengan tangan anda yang bebas, jempol anda memegang bagian atas payudara, dan jari selainnya memegang bagian bawah.
  3. Waktu didekankan ke puting, bayi anda umumnya akan refleks buka mulut dan menyongsong puting anda. Namun seandainya tidak, colek coleklah bibir bayi anda dengan puting sampai ia buka mulutnya. Yakinkan jikalau bayi anda buka mulutnya selebar barangkali, dan tempatkan bagian sedang puting anda pada bukaan mulut tersebut.
  4. Atau, seandainya sukar masuknya puting ke mulut bayi, kerjakan trick “sandwich”, yakni menekan puting anda dengan jempol dan telunjuk hingga segepeng barangkali, paralel dengan alur bibir bayi, dan masukkan kedalam bukaan mulut bayi ( trick dari ibu Doris Fok, konsultan laktasi Singapura )
  5. Perlekatan ( latch-on ) yang baik yaitu seandainya sebagian besar aerola anda ada didalam mulut bayi, dagu menempel ke payudara anda, dan kepalanya agak ke belakang hingga hidungnya tidak ketutupan payudara. Sesungguhnya tak perlu menekan payudara buat membuka jalur udara ke hidung bayi, sepanjang posisi menyusui anda benar.

Durasi menyusui
Bila bayi anda terlihat enggan menghisap, janganlah cemas, biarkan dia “main-main” dulu mengendus dan menjilat putingnya. Dengan banyak latihan, bayi anda akan makin mahir. Menyusui pertamakali barangkali cuma sebentar, barangkali cuma empat menit, namun dapat juga lama. Ada bayi yang sejak awal menyusuinya lama.

Ingatlah bahwa tiap-tiap bayi itu berlainan, dan pola menyusuinya juga barangkali berubah-ubah bersamaan dengan perkembangan mereka. Bayi yang menyusui sepanjang 20 menit di minggu-minggu pertama barangkali cuma akan butuh lima menit di usia empat bln.. pola menyusui di awal umumnya lebih pendek dikarenakan ASI benar-benar belum keluar dan yang ada cuma kolostrum yang berjumlah kecil.

Ingatlah bahwa membiarkan bayi anda menyusui sepanjang yang ia suka merupakan satu cara buat menjamin bahwa ia memperoleh ASI yang dibutuhkan. Kenapa ? Karena komposisi ASI berubah-ubah didalam satu sesi menyusui. Pada menit pertama menyusui yang keluar yaitu ASI yang encer ( susu depan / foremilk ) yang bertugas buat menghilangkan rasa haus bayi. Menit selanjutnya, persisnya sesudah refleks turunnya susu, ASI beralih jadi lebih kental ( susu belakang / hindmilk ), yang mengandung semakin banyak lemak dan gizi, buat mengenyangkan bayi. Anda barangkali bisa memperhatikan perubahan irama hisapan bayi, dari yang cepat, lalu berhenti sebentar ( waktu terjadi turunnya susu ), lantas hisapannya jadi lebih lambat diiringi dengan irama menelan susu. Anda sendiri juga bisa merasakan turunnya susu dengan timbulnya perasaan geli atau tertusuk-tusuk di payudara.

Waktu bayi memperoleh cukup susu, umumnya ia akan melepas payudara dengan sendirinya, atau jatuh tertidur. Namun bila anda jadi butuh menghentikan bayi anda menyusui, pelan pelan tekan puting anda dengan jari kelingking buat memotong hisapan bayi. Janganlah menarik puting demikian saja waktu bayi masih menghisap dikarenakan dapat menyebabkan lecet. (http://studikeperawatan.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar