Infeksi Cacing Kremi pada Anak

Infeksi cacing kremi (enterobius vermicularis) yaitu salah satu infeksi parasit yang kerap terjadi pada anak-anak. Cacing yang kecil dengan warna putih ini umumnya dijumpai pada anus maupun vulva vagina.

Disebabkan dari cacing ini yaitu adanya rasa gatal pada anus, alami masalah perkembangan meskipun pola makan lahap serta normal. Anak-anak umumnya tampak lesu serta tampak kurang motivasi lantaran nutrisinya diambil oleh cacing kremi.

Cacing ini tidak memandang derajat atau kondisi ekonomi orang yang diserangnya. Lantaran cacing ini mempunyai langkah penyebarannya amat gampang, hingga bisa menyerang siapapun.

Tersebut di sini lebih dari satu fakta unik perihal cacing kremi yang butuh diketahui agar dapat meminimalisir kemungkinan diserang parasit ini.

Penyebaran cacing kremi
  1. Telur melekat ke celana serta celananya disentuh oleh anak lain
  2. Anak yang tangannya telah tertempel telur bersalaman dengan orang lain, maupun menyentuh makanan
  3. Makanan yang tersentuh tadi dimakan, telur cacing turut masuk bersamanya
  4. Telur cacing kremi lalu dapat terhirup dari udara, masuk ke dalam usus serta jadi larva, sampai terus tumbuh sampai dewasa di dalam usus besar

Rasa gatal di bagian anus

Rasa gatal ini akan timbul waktu cacing betina bertelur. Cacing betina yang dewasa akan bertelur dengan langkah keluar ke daerah anus serta menaruh telurnya pada lipatan anus atau vulva vagina, umumnya cacing ini mengerjakannya pada malam hari, lantaran itulah anak yang cacingan lantaran cacing kremi ini kerap terganggu tidurnya lantaran rasa gatal yang dialaminya.

Gatal itu sendiri disebabkan oleh gerakan cacing kremi yang sedang menaruh telurnya. Telur-telur cacing ini disimpan di dalam bahan yang lengket agar tidak gampang lepas, bahan ini juga menambah rasa gatal yang dialami anak. Telur cacing kremi dapat bertahan di luar tubuh manusia namun akan menetas pada anus.

Ciri-ciri terkena infeksi cacing kremi

  1. Gatal pada anus terlebih pada malam hari
  2. Gatal pada alat kelamin anak wanita apabila cacing masuk ke tempat tersebut
  3. Kurang tidur lantaran rasa gatal
  4. Kulit lebih kurang anus lecet disebabkan garukan
  5. Pada infeksi yang berat nafsu makan berkurang serta anak tampak lesu

Penyebaran atau infeksi cacing ini dapat dihindari dengan langkah melindungi kebersihan dengan usaha seperti berikut :
  • Biasakan anak untuk membersihkan tangan memakai sabun sebelum saat makan, setelah bab serta sesudah bermain.
  • Potong kuku tangan dengan teratur serta jaga kebersihannya.
  • Cucilah alas tidur atau sprei sekurang-kurangnya 3 hari sekali.
  • Upayakan anak anda supaya tidak menggaruk atau menyentuh bila anusnya merasa gatal disebabkan cacing kremi. Lantaran telurnya kemungkinan akan menyebar lewat tangan yang menyentuhnya.

Walau telah menggerakkan langkah pencegahan di atas bukan hanya bermakna dapat bebas dari cacing kremi sekalipun. Ukuran telurnya yang tidak tampak mata sangat mungkin untuk terbawa benda apa pun di sekitar kita. Untuk pencegahan yang efektif, baiknya meminum obat cacing tiap-tiap 6 bln sekali buat menghentikan siklus cacing di dalam usus, hingga anak anda sehat serta bebas cacingan. (rwa: http://tipskesehatan.web.id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar